BPBD Kotabaru Ajak Warga Salat Istisqa dan Waspadai Dampak Luas Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

EplKotabaru.com, Kotabaru. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru yang baru menjabat, Hj. Melinda Ratna Agustina, S.STP., M.IP., mengajak seluruh jajaran dan masyarakat Kabupaten Kotabaru untuk menggelar salat Istisqa. Langkah ini diambil di tengah musibah kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah Indonesia akibat dampak fenomena El Nino. Kamis, 27 Agustus 2026.

​Melinda mengungkapkan bahwa bencana kekeringan dan Karhutla datang secara mendadak dan sulit diprediksi. Sebagai bentuk ikhtiar batiniah, ia bersama keluarga besar BPBD serta instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, menginisiasi kegiatan salat Istisqa agar masyarakat Kotabaru segera diberikan hujan yang bermanfaat.

​"Karena bencana itu dari Allah, jadi kita juga memintanya sama yang punya bencana dan yang punya hujan. Mudah-mudahan secepatnya Allah menghentikan atau menurunkan hujan, serta menghentikan bencana-bencana Karhutla dan kekeringan ini," ujar Melinda saat ditemui di ruang kerjanya.

​Meski baru bertugas kurang dari seminggu, Melinda langsung menunjukkan komitmen tinggi dengan turun langsung meninjau titik-titik lokasi Karhutla di lapangan, seperti penanganan di titik Megasari, Stagen, dan Gunung Ulin. Ia mengapresiasi kesigapan dan profesionalisme para personel di lapangan yang dinilai sudah sangat tanggap dalam menghadapi situasi darurat ini.

​Lebih lanjut, Melinda mengingatkan masyarakat agar tidak memandang remeh ancaman Karhutla. Menurutnya, dampak dari kebakaran hutan dan lahan jauh lebih luas dari sekadar hilangnya pepohonan, melainkan berpotensi memicu penurunan tingkat ekonomi masyarakat secara drastis.

​"Jangan dipandang enteng. Dampaknya bukan hanya pohon yang hilang atau asap yang berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga berdampak panjang pada penurunan tingkat ekonomi masyarakat," tegasnya.

​Ia menjelaskan, terbakarnya kebun-kebun warga seperti kebun sawit akan menurunkan daya beli dan melemahkan perekonomian secara keseluruhan akibat hilangnya sumber mata pencaharian. Terlebih lagi, kerusakan ekosistem akibat Karhutla akan sangat merusak keseimbangan alam yang dampaknya setara dengan hilangnya penopang kehidupan manusia.
​BPBD Kabupaten Kotabaru terus mendorong upaya preventif melalui semangat gotong royong dan kebersamaan antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Melinda menekankan bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan.

​Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api sekecil apa pun, terutama yang mendekati permukiman atau perkebunan warga.

​"Mari kita bersama-sama bahu-membahu mencegah terjadinya Karhutla. Jangan ada lagi, terutama sekadar iseng, membakar lahan. Hindari itu demi keselamatan dan kesejahteraan kita bersama di Kabupaten Kotabaru," pungkasnya. (Rani).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan "Baku Sikat Fight" Vol. 2: Menuju Kiblat Industri Bela Diri Profesional di Kalimantan Selatan

Proses Pemancangan Jembatan Semayap-Jelapat Terhambat Kabel Internet (Telkom), Dishub Perketat Arus Lalu Lintas.

Telkomsel Berikan Kompensasi bagi Pelanggan di Kotabaru Pasca Gangguan Fiber Optik