Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Refleksi Solidaritas: Puisi "Tapak Jejak Relawan" Potret Nyata Dedikasi Kemanusiaan Tanpa Batas

Gambar
​EplKotabaru.com – Kotabaru. Semangat kemanusiaan dan dedikasi tanpa pamrih menjadi sorotan melalui sebuah karya sastra berjudul "Tapak Jejak Relawan". Puisi yang ditulis oleh Muhammad Ramadani, atau yang akrab disapa Kak Dan, menggambarkan secara mendalam bagaimana para relawan bergerak di garis terdepan dalam berbagai situasi darurat. ​Dalam baris-baris puisinya, Kak Dan menekankan bahwa gerakan relawan bukanlah sekadar himpunan individu, melainkan sebuah persatuan yang tumbuh dari "serpihan kepedulian". Tekad kebersamaan inilah yang menjadi motor penggerak utama bagi mereka dalam menjalankan misi sosial. ​"Aksi nyata solidaritas mereka gaungkan, jejak mereka nyata dalam tindakan," tulis Kak Dan dalam salah satu baitnya, menegaskan bahwa peran relawan adalah tentang pembuktian di lapangan, bukan sekadar narasi. ​Tulisan ini juga memotret realita dinamika di lapangan yang sering dihadapi oleh para pejuang kemanusiaan. Mulai dari deru sirin...

Puisi “Lukaku Mustahil Lekas Sembuh”: Suara Lembut Tentang Luka yang Tak Kunjung Pulih

Gambar
Eplkotabaru.blogspot.com — Pulau Laut Timur.  Penyair muda asal Kotabaru, Muhammad Ramadani, kembali menghadirkan karya yang menyentuh hati pembaca lewat puisinya berjudul “Lukaku Mustahil Lekas Sembuh.”  Puisi ini menjadi bagian dari buku antologi "Luka Yang Tak Terucap" dalam Event Lomba Puisi Batch 2 Volume 3 tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Detak Pustaka dan Halo Penyair pada tanggal 20-27 September 2025 silam.  Rabu, 12 November 2025. Dalam puisi tersebut, Ramadani menggambarkan perasaan kehilangan dan luka batin yang tak mudah disembuhkan. Melalui diksi lembut namun kuat, ia menulis tentang rasa sakit yang tertinggal dari kenangan, bayangan yang tak pernah hilang, dan duka yang terus membekas meski waktu berjalan. “Bayangan itu tak pernah hilang / Bak patah sekujur tulang / Batin Seakan Terkoyak / Kalbu ini seakan ingin teriak,” tulisnya membuka bait awal dengan nuansa getir yang dalam. Puisi ini tidak hanya bercerita tentang kesedihan, namu...

Barisan Relawan: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Selalu Hadir di Garis Depan

Gambar
Eplkotabaru.blogspot.com - Kotabaru.  Di tengah berbagai musibah, baik kebakaran, kecelakaan, hingga bencana alam, kehadiran relawan selalu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat. Tanpa pamrih, tanpa terikat jabatan, mereka hadir karena panggilan hati. Jum'at, 03 Oktober 2025. Hal itu tertuang dalam sebuah puisi berjudul "Barisan Relawan” karya Si Hitam , yang menggambarkan peran penting relawan dalam setiap situasi darurat. Puisi tersebut mendapat sorotan karena berhasil merangkum semangat kemanusiaan yang jarang mendapat perhatian. Berikut puisi lengkapnya: Barisan Relawan Tulisan: Si Hitam Dentuman itu bergema, tanda ada bahaya. Serine saling bersahut, melaju di jalan raya. Turun atas dasar kemanusiaan, tanpa mencari imbalan. Cekatan penuh kesiapsiagaan. Merekalah barisan para relawan. Terkadang hanya dianggap perkumpulan. Bahkan tak terlalu diperhitungkan. Tapi mereka lahir dari kepedulian. Barisan para relawan. Bagian dari gada terdepan. Kala benc...