Belum Genap Seminggu Dilantik, Kalak BPBD Kotabaru Langsung Terjun ke Lapangan Karhutla.


EplKotabaru.com,  Kotabaru. — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Intensitas kejadian yang tinggi terlihat di lapangan, di mana belum genap 15 menit setelah proses pemadaman api selesai dilakukan di kawasan Megasari, petugas gabungan kembali menerima laporan sekaligus berjibaku menangani insiden karhutla baru di sekitar daerah Politeknik (Poltek) Kotabaru. 26 Agustus 2026.

​Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, S.STP., M.IP., yang baru saja dilantik pada Senin (24/8/2026) lalu, menunjukkan aksi cepat tanggap dengan langsung turun ke lapangan. Ia mengawal dan memimpin penanganan mulai dari lokasi kebakaran pertama di Megasari hingga berlanjut ke titik kedua di area Poltek. Di sela-sela pemadaman, ia menegaskan agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat membesar dan meluas.

​"Api cepat membesar, meluas, dan ini sangat membahayakan bagi kesehatan serta perekonomian masyarakat karena banyak kebun-kebun yang akhirnya terbakar," ujar Melinda di lokasi kejadian.

​Selain masalah pembukaan lahan, Kalak BPBD juga memberikan penekanan penting kepada masyarakat agar tidak mencampur atau membuang sampah sembarangan. Timbunan sampah yang dibuang tidak pada tempatnya berpotensi memicu gas metan yang sangat mudah tersulut api dan berujung pada karhutla.

​"Makanya sampah itu jangan dicampur, masyarakat. Sampah organik dikompos. Kalau dibuang sembarangan jadinya begini, mudah terbakar karena dia gas metan," tegasnya.

​Menghadapi situasi beruntun ini, BPBD Kotabaru mengimbau masyarakat untuk memilah sampah dari rumah, tidak membakar lahan atau hutan, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan titik api.

​"Mari kita sama-sama bekerja sama seluruh masyarakat Kotabaru untuk bergotong-royong memadamkan, mencegah, dan memadamkan api karhutla," pungkasnya. (Rani)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan "Baku Sikat Fight" Vol. 2: Menuju Kiblat Industri Bela Diri Profesional di Kalimantan Selatan

Proses Pemancangan Jembatan Semayap-Jelapat Terhambat Kabel Internet (Telkom), Dishub Perketat Arus Lalu Lintas.

Telkomsel Berikan Kompensasi bagi Pelanggan di Kotabaru Pasca Gangguan Fiber Optik