Cegah Jemaah Terlantar, Kantor Penyelenggara Haji dan Umrah Keluarkan Peringatan Tunda Umrah
EplKotabaru.com – Kotabaru. Kepala Kantor Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten Kotabaru, H. Herman Prasetio, S.Ag., M.M., mengeluarkan imbauan resmi bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Kotabaru, untuk menunda rencana perjalanan ibadah umrah dalam waktu dekat. Senin, 09 Maret 2026.
Langkah ini diambil menyusul situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas akibat konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, Amerika Serikat, beserta sekutu-sekutunya. Herman menegaskan bahwa faktor keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di atas segalanya.
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah untuk menunda dulu keberangkatannya. Hal ini demi pertimbangan keselamatan jemaah itu sendiri, mengingat isu konflik di Timur Tengah yang sedang memanas," ujar Herman dalam keterangannya.
Herman menjelaskan bahwa imbauan ini sejalan dengan arahan dari Kementerian Agama RI melalui Wakil Menteri Agama. Pemerintah pusat terus memantau situasi keamanan di kawasan tersebut agar tidak berdampak buruk bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.
Selain faktor keamanan fisik, Herman juga menyoroti risiko teknis yang bisa dihadapi jemaah jika tetap memaksakan berangkat di tengah kondisi genting, seperti:
• Risiko Keterlantaran: Potensi penutupan wilayah udara atau gangguan operasional di bandara, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
• Gangguan Transportasi: Ketidakpastian jadwal penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah tertahan dalam waktu lama di bandara transit.
Pihak Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kotabaru meminta para calon jemaah untuk bersabar dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari pemerintah. Keberangkatan baru disarankan untuk dilakukan setelah situasi di Timur Tengah dinyatakan cukup stabil dan memungkinkan untuk perjalanan internasional yang aman.
"Situasi saat ini sangat tidak memungkinkan atau sangat genting. Kami khawatir akan terjadi keterlantaran jemaah di bandara jika dipaksakan. Mari kita tunggu hingga waktu dan situasi sudah memungkinkan," pungkasnya. (Rayyan).
Komentar