26 Tahun Berkarya, Sanggar Pusaka Sa-Ijaan Pertegas Komitmen Lestarikan Budaya dan Hidupkan Wisata Kotabaru

EplKotabaru.com – Kotabaru. Perayaan Milad ke-26 Sanggar Pusaka Sa-Ijaan yang digelar bertepatan dengan momen Car Free Day (CFD) di kawasan Siring Laut berlangsung meriah. Mengusung tema "Gada Luluh Kambang Setaman untuk Mengharumkan Kotabaru Sepanjang Zaman", acara ini tidak hanya menjadi ajang refleksi internal sanggar, tetapi juga berhasil menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang berkunjung ke ikon wisata Kotabaru tersebut. Minggu, 15 Februari 2026.

Ketua Sanggar Pusaka Sa-Ijaan, Hadriani, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur atas eksistensi sanggar yang telah terbina sejak tahun 2000. Saat ini, sanggar tersebut menaungi sekitar 150 anggota yang aktif dalam bidang tari, musik, hingga teater.

"Harapan kami kedepannya adalah terus berkembang dan konsisten dalam mengembangkan seni serta budaya lokal di Kabupaten Kotabaru," ujar Hadriani. Kehadiran penampilan seni di tengah area CFD ini pun dinilai memberikan warna baru dan meningkatkan antusiasme pengunjung Siring Laut.

Kepala Bidang Pertunjukan, Event Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparpora, H. Rudi Nugraha, S.Sos., M.A.P., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi sanggar dalam menjaga ketahanan budaya. Beliau menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif karena menambah nilai jual pariwisata daerah, khususnya pada saat keramaian CFD.

Dalam sambutannya, H. Rudi Nugraha membedah filosofi milad ke-26 melalui tiga pilar:

• Warna: Keanekaragaman seni yang ditampilkan di hadapan publik.
• Warni: Simbol kasih sayang dan keharmonisan keluarga besar sanggar.
• Warno: Kedewasaan dalam menghadapi rintangan selama 26 tahun perjalanan.

"Berkesenian itu memerlukan ketulusan hati nurani untuk bisa bertahan. Sanggar ini telah membuktikan perannya dalam membangun karakter generasi muda yang berbudi pekerti luhur di Bumi Sa-Ijaan," tegas H. Rudi Nugraha.

Acara ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi tokoh budaya senior Bapak Kaspul Anwar serta para alumni yang terus mendukung regenerasi. Dengan adanya penampilan rutin di ruang publik, Sanggar Pusaka Sa-Ijaan diharapkan terus menjadi "pengharum zaman" sekaligus magnet wisatawan di Kabupaten Kotabaru. (R. Setiani).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Pemancangan Jembatan Semayap-Jelapat Terhambat Kabel Internet (Telkom), Dishub Perketat Arus Lalu Lintas.

Telkomsel Berikan Kompensasi bagi Pelanggan di Kotabaru Pasca Gangguan Fiber Optik

Kasus PT ADCL: Bupati Abdul Hadi Bantah Tudingan, Tegaskan Dirinya yang Bongkar Penyimpangan