WAJAH KUSAM KOTA SERIBU SUNGAI: Shelter Air Banjarmasin Jadi "Monumen Pembiaran" Dishub!
EplKotabaru.com – Kalimantan Selatan. Slogan "Banjarmasin Baiman" (Barasih wan Nyaman) tampaknya hanya menjadi pemanis bibir di meja birokrasi. Fakta di lapangan berbicara sebaliknya. Pantauan terbaru di lapangan menunjukkan kondisi Shelter Air Kampung Ketupat yang kini lebih mirip bangunan terbengkalai daripada fasilitas transportasi publik yang membanggakan.
Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan betapa parahnya tingkat kerusakan fasilitas yang berada di bawah naungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin ini.
Berikut adalah fakta menyedihkan yang berhasil dihimpun:
1. Fasilitas "Cacat" dan Berbahaya
Bukan sekadar kusam, struktur bangunan shelter terlihat mengalami kerusakan fisik yang serius. Panel-panel pelapis tiang tampak terkelupas dan menganga lebar, menciptakan celah tajam yang membahayakan keselamatan warga. Jika ada anak-anak yang bermain atau penyandang disabilitas yang melintas, risiko terluka sangat besar.
2. Estetika yang "Mati Suri"
Papan nama bertuliskan "SHELTER AIR KAMPUNG KETUPAT" kini tampil dalam kondisi menyedihkan. Huruf-hurufnya mulai copot satu per satu. Estetika yang seharusnya menjadi daya tarik wisata sungai justru berubah menjadi pemandangan yang menyakitkan mata.
3. Sampah dan Lumut: Bukti Minim Perawatan
Tidak hanya kerusakan struktur, kebersihan lokasi ini pun jauh dari kata layak. Keberadaan kotak-kotak bekas, bungkus rokok yang berserakan di lantai, hingga lumut hijau yang tebal di area tangga menunjukkan bahwa tempat ini jarang disentuh oleh petugas kebersihan maupun petugas pemeliharaan dari dinas terkait.
Dimana Peran Dishub Kota Banjarmasin?
Melihat kondisi ini, publik tentu bertanya-tanya: Ke mana anggaran perawatan fasilitas publik dialokasikan?
Apakah Dishub Kota Banjarmasin sedang "tidur" atau memang sengaja membiarkan fasilitas ini hancur dimakan waktu?
Shelter ini dibangun menggunakan uang rakyat, namun kini dibiarkan menjadi "monumen kegagalan" dalam pengelolaan aset daerah. Sangat ironis ketika pemerintah kota gencar mempromosikan wisata sungai, namun pintu gerbang transportasinya sendiri dalam kondisi sekarat
"Jangan sampai tunggu ada korban jatuh atau fasilitas ini rata dengan tanah baru ada pergerakan. Rakyat butuh aksi nyata, bukan sekadar survei lapangan tanpa tindak lanjut!" ujar salah satu warga yang sering melintas.
Redaksi Menanti: Kapan Dishub Kota Banjarmasin akan turun tangan membedah "borok" di Shelter Kampung Ketupat ini sebelum semakin mempermalukan citra kota di mata wisatawan?
Laporan: Tim Investigasi Warga
Lokasi: Shelter Air Kampung Ketupat, Banjarmasin.
Komentar