Siring Laut Siap Jadi Pusat Kuliner Ramadan, 80 UMKM Akan Difasilitasi

EplKotabaru.com – Kotabaru. Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) memastikan penyelenggaraan Festival Ramadan tahun ini akan dipusatkan di kawasan wisata Siring Laut. Persiapan matang telah dilakukan, termasuk pengaturan tata letak pedagang dan arus lalu lintas demi kenyamanan pengunjung. Jum'at, 06 Februari 2026.

Kabid Usaha Mikro Diskoperindag Kotabaru, Hj. Henny Faulina, S.P., M.M., menjelaskan bahwa aktivitas pedagang akan dimulai sejak siang hari untuk memberikan waktu persiapan yang cukup.

"Aktivitas persiapan pedagang dimulai dari jam 2 siang, dan operasional berjualan berlangsung dari jam 3 sore hingga selesai, sekitar jam 6 sore," ujar Hj. Henny.

Beliau menambahkan bahwa pihaknya telah mendata sekitar 80 pelaku UMKM yang akan berpartisipasi, terdiri dari paguyuban rutin Siring Laut maupun pelaku usaha mikro baru. Untuk menjaga estetika, lokasi dibagi menjadi area khusus tenda yang difasilitasi Diskoperindag (lengkap dengan meja) serta area untuk pedagang rombong atau gerobakan. Pendaftaran dilakukan satu pintu untuk memastikan kapasitas lokasi tetap kondusif.

Mengingat potensi kepadatan pengunjung, pemerintah daerah telah berkoordinasi lintas sektor untuk rekayasa lalu lintas. Terdapat tiga titik utama (gate) fokus pengaturan buka-tutup jalan: area parkir Siring Laut, depan Kantor Pos, dan samping Ratu Intan.

Sekretaris Diskoperindag Kotabaru, H. Said Akhmad Jauhari, S.Ip., M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara pedagang dan petugas lapangan agar pelaksanaan tahun ini lebih tertib.

"Kami mengimbau para pedagang untuk mematuhi aturan yang ada, menjaga kondisi fisik, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pasar Ramadan ini," tegas H. Said Akhmad.

Dengan pengaturan lokasi yang lebih tertata, Festival Ramadan di Siring Laut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi mikro sekaligus destinasi favorit masyarakat Kotabaru di bulan suci. (Gusti Said Muhammad Al-Banjari).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Pemancangan Jembatan Semayap-Jelapat Terhambat Kabel Internet (Telkom), Dishub Perketat Arus Lalu Lintas.

Kasus PT ADCL: Bupati Abdul Hadi Bantah Tudingan, Tegaskan Dirinya yang Bongkar Penyimpangan

Telkomsel Berikan Kompensasi bagi Pelanggan di Kotabaru Pasca Gangguan Fiber Optik