Petani Pulau Laut Timur Menjerit, Harapkan Pabrik Pengering dan Pengolahan Padi Terpadu

EplKotabaru.com – Kotabaru. Para petani di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, mengeluhkan sulitnya proses pemasaran hasil panen gabah mereka. Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya daya serap pasar dan terbatasnya kapasitas gudang Bulog, yang seringkali membuat hasil jerih payah petani terbengkalai. Rabu, 04 Februari 2026.

Manager Brigade Pangan Timur Sejahtera Bersama, Najamuddin, mengungkapkan bahwa selama ini petani kesulitan menjual gabah karena alasan stok gudang Bulog yang sering penuh.

"Kami sangat mendukung jika ada wacana dari pemerintah desa atau daerah untuk pengadaan alat pengering (dryer) dan pabrik padi. Kondisinya sekarang, menjual gabah itu susah. Bahkan ke Bulog pun sulit karena alasan gudang mereka terbatas," ujar Najamuddin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Langkang Baru, Karji, menegaskan pentingnya inovasi di sektor pertanian, khususnya untuk tiga desa yang dicakup oleh Brigade, yakni Desa Langkang Baru, Teluk Masjid, dan Sungai Limau. Ia berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi pembangunan pabrik padi yang dilengkapi dengan sistem pengering (oven) dan fasilitas pengemasan yang modern.

Menurut Pak Karji, keberadaan pabrik pengolahan padi terpadu ini akan memberikan beberapa dampak positif:

● Kepastian Harga: Petani tidak lagi bingung menjual gabah mentah, melainkan dapat mengolahnya menjadi beras siap pakai.
● Penyerapan Tenaga Kerja: Membuka lapangan pekerjaan baru bagi pemuda setempat dan mengurangi angka pengangguran.
● Menarik Minat Milenial: Penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) yang modern diharapkan dapat mengubah citra petani menjadi lebih profesional, sehingga menarik minat generasi muda untuk kembali ke sawah.

Potensi pertanian di Pulau Laut Timur tergolong besar. Di Desa Langkang Baru saja, pada bulan April mendatang, luas lahan yang siap panen diperkirakan mencapai lebih dari 200 hektar. Melalui program CSR, saat ini juga terdapat sekitar 74 hektar lahan yang siap tanam.

"Harapan kami, pemerintah melalui Dinas Pertanian bisa membantu pengadaan peralatan ini. Dengan alat yang modern, petani bisa mengelola lahan lebih cepat dan mengikuti perkembangan zaman. Istilahnya, kita ingin menciptakan 'petani berdasi'—berpakaian bagus tapi tetap turun ke sawah," tambah Pak Karji.

Pemerintah desa setempat menyatakan siap menyediakan lahan jika rencana pembangunan pabrik atau gudang koperasi terpadu tersebut dapat direalisasikan oleh pemerintah kabupaten. (M. Rayyan Syah Yoga).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Pemancangan Jembatan Semayap-Jelapat Terhambat Kabel Internet (Telkom), Dishub Perketat Arus Lalu Lintas.

Kasus PT ADCL: Bupati Abdul Hadi Bantah Tudingan, Tegaskan Dirinya yang Bongkar Penyimpangan

Telkomsel Berikan Kompensasi bagi Pelanggan di Kotabaru Pasca Gangguan Fiber Optik