Efisiensi Anggaran Tekan Desa Langkang Baru, Kades Karji: "Pelayanan Publik Terancam Lumpuh"
EplKotabaru.com – Kotabaru. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat dan kabupaten kini menjadi tantangan berat bagi Pemerintah Desa Langkang Baru. Kepala Desa Langkang Baru, Karji, mengungkapkan bahwa pemotongan anggaran ini berdampak langsung pada operasional desa dan pelayanan dasar bagi masyarakat. Rabu, 04 Februari 2026.
Sebagai desa yang terletak cukup jauh dari pusat kota, Langkang Baru sangat mengandalkan anggaran desa untuk menjalankan fungsi sosial dan administratif. Karji menekankan bahwa desa memiliki karakteristik unik di mana aspek sosial dan adat istiadat sangat kental, sehingga membutuhkan dukungan finansial yang stabil.
Karji menjelaskan bahwa dampak efisiensi ini memaksa pihak desa melakukan penghematan ekstrem pada pos-pos krusial:
● Defisit Operasional: Anggaran untuk Alat Tulis Kantor (ATK) dan biaya operasional harian terpaksa dipangkas demi menutupi kekurangan dana.
● Kegiatan Sosial-Keagamaan: Dukungan untuk kegiatan kemasyarakatan yang menjadi urat nadi kehidupan desa kini sangat terbatas.
● Sektor Pertanian: Stimulus untuk kelompok tani dan perkebunan melalui sistem swakelola atau padat karya ikut terdampak, yang berpotensi menurunkan produktivitas warga.
Masalah diperumit dengan kondisi infrastruktur jalan menuju wilayah seperti Tanjung Harapan dan Sungai Buah yang mengalami kerusakan. Kerusakan ini memicu tingginya biaya perawatan dan operasional kendaraan layanan masyarakat.
"Untuk ambulans desa saja, kami harus memberlakukan iuran swadaya sebesar Rp2.000 per bulan dari masyarakat untuk menutupi biaya operasional yang membengkak akibat jalan rusak," ujar Karji dalam keterangannya.
Karji berharap ada kebijakan khusus atau jalan keluar dari pemerintah kabupaten untuk desa-desa dengan kondisi geografis yang sulit. Tanpa solusi nyata, pendampingan pelayanan di bidang pemerintahan dan kesehatan dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal.
Untuk sementara, Pemerintah Desa Langkang Baru fokus pada penguatan semangat gotong royong dan sosialisasi pola hidup sehat agar beban kesehatan masyarakat tidak semakin meningkat di tengah keterbatasan anggaran. (M. Rayyan Syah Yoga).
Komentar