Pembangunan Jembatan Semayap-Jelapat Terkendala Kabel dan Pipa, Pelaksana Kejar Target Pemancangan.
EplKotabaru.com – Kotabaru. Proyek pembangunan Jembatan Semayap-Jelapat yang dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan kini memasuki tahap krusial. Meski pengerjaan terus dipacu, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala teknis yang menghambat pergerakan alat berat baik pada pagi maupun sore hari ini. Kamis, 08 Januari 2026.
Pada pagi hari, pelaksanaan proyek jembatan Semayap-Jelapat yang fokus pada pemancangan pondasi sempat terganggu. Manajer Pelaksana Kontraktor, Hadi Gultom, mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada infrastruktur kabel yang masih melintang di area proyek.
- Masalah Kabel: Keberadaan kabel jaringan Telkom dan IndiHome di lokasi proyek dilaporkan mengganggu ruang gerak pengerjaan pemancangan.
- Faktor Cuaca: Selain masalah kabel, pihak kontraktor sangat mengharapkan dukungan cuaca yang cerah agar proses konstruksi tidak semakin terhambat dari jadwal yang telah ditentukan.
Memasuki pukul 15.00 WITA, tantangan baru muncul di titik pemancangan lainnya. Koordinator Lapangan PPK 1.5 Provinsi Kalsel, Mukhlis, menjelaskan bahwa selain masalah kabel pada pagi hari, tim kini harus berurusan dengan keberadaan pipa PDAM.
"Kendala saat ini ada pipa PDAM di titik pemancangan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM dan saat ini menunggu proses pemindahan agar pemancangan di titik tersebut bisa dilanjutkan," ujar Mukhlis saat memberikan keterangan sore tadi.
Meski menghadapi hambatan infrastruktur utilitas (kabel dan pipa), Mukhlis tetap optimis proyek ini berjalan sesuai jalur. Jika kendala tersebut segera teratasi, ia menargetkan proses pemancangan akan rampung dalam 4 hingga 5 hari ke depan.
"Persiapan memang memakan waktu lama karena ketelitian pengukuran titik pancang sangat penting. Setelah pemancangan beres, kita akan lanjut ke pembangunan abutment (kepala jembatan) dan struktur bagian atas," tambah Mukhlis.
Dengan sisa waktu kontrak sekitar 7 bulan, pihak BPJN Kalsel berharap koordinasi antar instansi pemilik utilitas dapat berjalan cepat sehingga target penyelesaian jembatan tidak terganggu oleh kendala non-teknis di lapangan. (Gusti Said Muhammad Al-Banjari).
Komentar