Bulog Kotabaru Targetkan Serap 4 Juta Ton Beras di Tahun 2026

EplKotabaru.com – Kotabaru. Perum Bulog Cabang Kotabaru menyatakan kesiapannya untuk menjaga stabilitas pangan dan mengoptimalkan penyerapan hasil tani di wilayahnya pada tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Cabang Bulog Kotabaru, Moch Faizal, dalam pertemuan koordinasi baru-baru ini. Kamis, 22 Januari 2026.

Faizal mengungkapkan bahwa sesuai instruksi dari kantor pusat (Direksi), Bulog menargetkan penyerapan beras dan gabah sebanyak 4 juta ton secara nasional untuk tahun 2026. Selain beras, Bulog juga fokus melakukan penyerapan untuk komoditas jagung dan kedelai.

"Untuk rincian atau breakdown per kabupaten/kota masih dalam tahap perundingan, namun secara nasional angka tersebut menjadi acuan kami," ujar Faizal.

Mengenai harga beli, Faizal menjelaskan bahwa Bulog masih mengacu pada aturan tahun 2025. Harga serapan gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk kategori any quality, dengan catatan gabah tersebut harus memenuhi kriteria usia panen yang tepat.

"Kami menekankan pentingnya masa panen yang pas. Jangan dipanen saat masih hijau karena akan sangat memengaruhi nilai rendemen dan kualitas beras yang dihasilkan nantinya," tambahnya.

Untuk mengefisiensikan waktu dan tenaga, Bulog Kotabaru terus mendorong kerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Skema yang dijalankan adalah Gapoktan mengumpulkan hasil panen dari petani, yang kemudian akan diangkut oleh Bulog ke mitra pengolahan.

Faizal juga menanggapi positif adanya inisiatif dari desa-desa, seperti Desa Langkang Baru, yang sedang membangun gudang dan alat penggilingan padi di bawah naungan Koperasi Merah Putih. Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan pascapanen sebelum masuk ke gudang Bulog.

Selain penyerapan, Bulog juga berkomitmen dalam pengendalian harga di tingkat konsumen melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah.

"Pasar murah adalah salah satu saluran kami untuk mendekatkan komoditas ke wilayah yang harga pangannya mulai tinggi. Kami siap menyuplai beras untuk menstabilkan harga di pasar," jelas Faizal. Selain pasar murah, penyaluran juga tetap dilakukan melalui retail modern, Toko RPK (Rumah Pangan Kita), dan instansi pemerintah terkait.

Menutup keterangannya, Moch Faizal berharap cuaca dan kondisi pertanian di tahun 2026 mendukung hasil panen yang maksimal.

"Harapan kami semoga panen tahun ini baik, sehingga beras dan gabah petani dapat kami serap secara maksimal. Dengan begitu, ketersediaan barang terjaga dan stabilitas harga bagi masyarakat dapat tercapai," pungkasnya. (Ramadani)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Pemancangan Jembatan Semayap-Jelapat Terhambat Kabel Internet (Telkom), Dishub Perketat Arus Lalu Lintas.

Kasus PT ADCL: Bupati Abdul Hadi Bantah Tudingan, Tegaskan Dirinya yang Bongkar Penyimpangan

Telkomsel Berikan Kompensasi bagi Pelanggan di Kotabaru Pasca Gangguan Fiber Optik